SahVCS speedfocus Day3 minggu hadapan di EUsd


Minggu hadapan adalah satu masa yang belum ditempoh dan graph masih belum berjalan lagi. Jadi bagaimana untuk kita mengetahui market yang belum muncul? Adakah ianya merupakan teka teki yang mudah dijawab? ATAU ianya boleh diramal oleh sekumpulan paranormal?

Bagi yang mengetahui dan memahami teknik SahVCS  ianya dapat membantu untuk anda memahami.

Oooo market belum wujud sebenarnya boleh dipelajari. 😳😳😳 BETUL KE?

Insyaallah... Mari saya tunjuk kan market Isnin EUsd  pada 23 Sept 2019..


Kita lihat market secara H4 trend. Panduan adalah lihat secara portrait dan landskap. Seperti graph diatas. Ianya bertujuan untuk mengetahui trend market.

Trend yang terbentuk adalah sideway. Iaitu penghujung SIDEWAY yang bakal menuju sell dengan potensi pembukaan leher.

Bagaimana mengetahui ianya sideway?



Itu adalah sideway panjang yang menghampiri penghujungnya. Boleh lihat melalui landskap view

Jika ianya sideway bagaimana pula boleh mengetahui yang ianya mahu ke pembukaan leher sell?



Ianya adalah 2 lengkuk pembukaan leher yang mana ianya terkandung di dalam SOP pembentukan graph.

Mengapa terlalu yakin ianya akan sell selepas itu?

Mari saya terangkan mengapa terdapat CS hijau terakhir tu. Ianya adalah BONUS Luar BB. Setiap CS yang terkeluar dari BB adalah wajib memasuki semula ke kawasan dalam BB pada CS yang sama atau CS paling hampir denganya.

OK disini kita mengetahui ianya naik retrace?  TAPI SAMPAI MANA?



Kenaikan adalah sehingga 1.10300 dan perlu turun semula ke sell.

Mengapa perlu naik ke 1.10300?
Ianya adalah sebab DOT SAR telah mencelah Mid BB dan menghampiri MA. Yang mana e2 H1 juga telah terbentuk. Kenaikan tadi adalah untuk melengkapkan AC point 1.

Dimana e2?



1.10040 adalah e2

1.09565 adalah had TP sell sebagai TP2 manakala TP 1 adalah di 1.09860.

Ini bermaksud buy sementara ada dengan HL 1.10300 dan selepas itu ianya kembali ke TP sell 1 di 1.09860.

Selepas TP 1 akan berlaku sideway mini sebelum ianya menuju ke TP 2 di 1.09565.

Bagi yang mahu mengambil secara sclaping boleh ambil point buy HL Tp buy. Point e2 dengan touch down AC point 1.2 dan 3  bagi mengurangkan floating. MANAKALA bagi mereka yang hanya melihat ianya adalah kenaikan sementara boleh terus pasang entry Sell.

Mari kita lihat CABARAN news Isnin



Selamat memorex.

Terms short form in Forex (W) & (Z)











W

WHIPSAW / RINSE :  Pergerakan tidak beraturan yang tidak diperkirakan yang memicu atau datang mendekati untuk memicu posisi berhenti melakukan penjualan.

WHOLESALE INVENTORIES :  Laporan Wholesale Inventories ini mencakup statistik persediaan dan penjualan dari tahapan kedua proses manufaktur. Meski demikian, data penjualan dalam laporan ini tidak menggambarkan secara jelas mengenai belanja per kapita sehingga karenanya tidak berpengaruh signifikan bagi market. Wholesale Inventories kadang menunjukkan perubahan yang cukup tajam mengubah angka persediaan agregat (persediaan agregat adalah jumlah keseluruhan dari persediaan pada level manufaktur, grosir, dan ritel), yang mungkin berdampak pada proyeksi GDP. Jika demikian, Wholesale Inventories mungkin memicu reaksi kecil dari market. Namun, data ini lebih sering lewat begitu saja tanpa diperhatikan kecuali oleh para pakar ekonomi.


Z

ZEW CURRENT SITUATION DAN ECONOMIC SENTIMENT :  Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.

Terms short form in Forex (U) & (V)










U

UNEMPLOYMENT RATE :  Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan.

UP TREND :  Adalah keadaan dimana trend mata uang sedang bergerak naik.




V

V-TYPE REVERSAL :  Perubahan kembali pada posisi awal dimana harga bergerak pada area-area terendah ataupu pada areaarea tertinggi dan kembali lagi.

VARIATION MARGIN :  Merupakan tambahan margin yang disetor karena besaran margin selanjutnya telah berada dibawah dari besaran margin awal, sebagai akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan yang diperkirakan semula.

VOLATILITY EXPANSION BREAKOUT :  Penghentian dari kondisi pasar yang mengalami valatilitas dimana pada umumnya bergerak menuju
pada suatu tren yang kuat.

VOLUME :  Istilah pengukuran digunakan untuk mendeskripsikan besar dari kontrak yang diperdagangkan di dalam suatu periode tertentu.

VOLUME SPIKE :  Periode waktu dimana terjadi perdagangan lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume, digunakan sebagai tanda kepastian untuk kondisi support atau resistance, euphoria atau capitulation.

Terms short form in Forex (T)






T

TAGIHAN DERIVATIF :  Tagihan karena potensi keuntungan dari suatu perjanjian / kontrak transaksi derivatif (selisih positif antara nilai kontrak dengan nilai wajar transaksi derivatif pada tanggal laporan), termasuk potensi keuntungan karena mark to market dari transaksi spot yang masih berjalan.

TAPE :  Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan alur harga dan informasi volume yang berada di dalam bagian jangka waktu dan penjualan.

TAPE READING :  Istilah yang digunakan untuk mendeskrisikan proses prediksi suatu kemungkinan pergerakan harga oleh mengobservasi harga mentah dan informasi volume.

TEKNIKAL ANALIS :  Analisa yang dilakuka secara teknikal dengan menggunakan metode grafik yang menjelaskan harga dan value data pada masal yang lampau untuk meramalkan pergerakan harga pada masa yang akan datang.

THIRTY MINUTE RANGE :  Istilah yang digunakan untuk mendefinisikan jarak pergerakan harga yang dialami pasar selama setengah jam pertama perdagangan terjadi. Lebih sering digunakan sebagai cara untuk memicu beberapa perubahan kembali pada rata-rata dan perbedaan dasar harga.

TIME STOP :  Strategi keluar dari pasar yang menggunakan suatu jangka waktu tertentu untuk mengindikasikan kegagalan perdagangan dan memicu untuk keluar dari pasar.

TRADE BALANCE :  Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).

TRADE PLAN :  Rencana taktis yang diciptakan untuk menentukan kriteria keputusan untuk memasuki, keluar, dan berhenti melakukan tindakan; proses dimana menejemen analisa perdagangan mengganti perdagangan yang berdasar pada emosional.

TRADED MARKET RISK :  Risiko kerugian nilai investasi yang terkait dengan kegiatan pembelian dan penjualan instrument keuangan di pasar secara berkesinambungan untuk mendapatkan keuntungan.

TRADER ORDERS :  Perintah untuk membeli atau menjual mata uang pada posisi tertentu dalam kisaran harga tertentu.

TRAILLING STOPS :  Proses untuk memindahkan posisi untuk mengurangi risiko berlebihan atau untuk melindungi keuntungan ketika perdagangan bergerak pada arah yang tepat.

 TREND CHANGE :  Transisi dari pasar yang membuat peningkatan tertinggi dan peningkatan terendah menuju rendah tertinggi dan rendah terendah, dan sebaliknya.

TREND FOLLOWERS :  Pelaku pasar yang menggunakan strategi trading yang memposisikan pergerakan mereka sejalan dengan tren pasar terbaru.

TRENDLINE :  Garis lurus digambar melalui titik-titik gerakan harga tertinggi dan terendah. Kadang kala digunakan untuk mendefinisikan posisi masuk dan berhenti pada pola tringle-base.

TRIANGLE/VOLATILITY CONSTRICTION :  Periode waktu dimana volatilitas pasar bergerak menurun; digunakan untuk mendeskripsikan perilaku yang muncul pada penghentian pelebaran volatilitas atau pola triangle.

TRIGGER :  Tingkat diatas atau dibawah dimana digunakan untuk memulai suatu posisi.

Terms short form in Forex (S)
















S

SCALP :  Perdagangan yang mencari satu gerakan harga di dalam tren, dan akan ditinggalkan sebelum tejadi suatu perubahan/koreksi; biasanya perdagangan dengan jangka waktu yang singkat.

SEKURITISASI ASET :  Penerbitan surat berharga oleh penerbit efek beragun asset yang didasarkan pada pengalihan aset keuangan (terdiri dari kredit, tagihan yang timbul dari surat berharga, tagihan yang timbul di kemudian hari / future receivables, dan asset keuangan lainnya yang setara) dari kreditur asal / pihak yang mengalihkan aset keuangan yang diikuti dengan pembayaran yang berasal dari hasil penjualan efek beragun asset tersebut kepada pemodal / investor / pihak yang membeli Efek Beragun Aset.

SERTIFIKAT DEPOSITO :  Surat berharga yang diterbitkan Bank sebagai bukti simpanan pada bank tersebut yang mencantumkan tanggal jatuh tempo dan nilai pokok serta bunga yang harus dibayar kembali pada saat jatuh tempo.

SETUP AND FLUSH :  Pendeskripsikan pemposisian kembali pola harga yang cepat dan berhasil hilang. Kekurangan dari pola tersebut akan mengikuti dengan adanya pemicu, yaitu kepanikan kecil ketika seluruh pelaku pasar menyadari bahwa spekulan telah menang dan akan meninggalkan pasar.

SHOCK EVENT :  Satu bagian dari pergerakan harga yang mengejutkan, berita, atau aksi pasar lain yang menyebabkan harga bergerak tajam sejalan ketika pasar menerima informasi baru; kadang kala saat dimana trend pasar berubah.

SIDEWAY :  Adalah keadaan di mana tren mata uang bergerak cendrung turun naik antara support dan resistant dalam satu periode tertentu. Ini disebabkan adanya market yang libur terutama market Amerika Serikat.

SLIPPAGE :  Perbedaan antara tingkat harga yang diinginkan untuk melihat harga aktual yang dihadapi.

SNAPBACK :  Perubahan kembali harga (pada umumnya perubahan tajam dan fluktuatit) yang muncul setelah pasar mengalami euphoria atau kapitulasi. Juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan pasar dengan cepat kembali pada posisi resistance atau support.

SPOT FOREX :  Transaksi jual beli valuta asing yang penyerahan dananya / settlement adalah 2 (dua) hari kerja setelah tanggal transaksi dengan nilai tukar yang telah disepakati sebelumnya.

SPREAD :  Selisih harga jual (sell) dan harga beli (buy) yang dikenal juga dengan harga bid dan ask.

STABILITAS KEUANGAN :  Terjaganya keadaan dimana kapasitas lembaga keuangan dan pasar untuk menyelenggarakan kegiatan
penyimpanan dana secara efisien, menyediakan likuiditas dan mengalokasikan investasi tidak terganggu.

STABILITAS MONETER :  Stabilitas dalam nilai uang.

STOCHASTIC :  Study analisis yang memberi sinyal apabila Stochastic mendekati 0-20% sama dengan atau lebih kecil maka better untuk position Buy. Apabila Stochastic mendekati 80% sama dengan atau lebih kecil maka better untuk open position Sell. Apabila ditengah-tengah lihat historical sebelumnya.

STOP :  Tingkat harga dimana pasar menunjukkan kesalahan kita, dan dimana posisi kita akan keluar dan mengalami kerugian.

STOP BLOWING :  Digunakan untuk mendeskripsikan pelaku pasar yang memilih untuk tidak memperdulikan posisi batas kerugian . Kadang kala menyebabkan kerugian yang besar.

STOP JUMPING :  Digunakan untuk mendeskripsikan pelaku pasar yang memilih untuk keluar sebelum posisi batas kerugian terlampaui, kadang kala menghasilkan kerugian dimana kemungkinan menguntungkan juga dapat terjadi.

STOP LIMIT ORDER :  Perintah untuk membeli atau menjual kontrak yang akan mengirimkan pesanan pasar pada perdagangan secepat mungkin ketika harga pada posisi berhenti terjadi. Tipe pesanan yang paling sering digunakan ketika memasuki suatu posisi.

STOP MARKET ORDER :  Perintah untuk membeli atau menjual kontrak yang akan mengirimkan pesanan pada suatu perdagangan/pertukaran secepat posisi harga dalam kondisi berhenti bergerak. Tipe atau metode yang paling sering digunakan untuk melakukan pemberhentian penjualan yang aman.

STOP ORDER :  Sebuah perintah beli atau jual mata uang pada level harga tertentu untuk menutup posisi dalam keadan rugi pada level tertentu.

STOPPED OUT :  Digunakan untuk mendeskripsikan perdagangan yang telah melampaui posisi berhenti dan telah ditutup untuk menstop kerugian.

Terms short form in Forex (Q) & (R)











Q

QUOTATION :  Sering disebut quote dan juga menunjukan harga bid/ask.



R

RAMP :  Kenaikan harga yang ekstrem/terjal.

RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI) :  Studi analisis yang memberi sinyal apabila RSI mendekati 20 % atau sama dengan atau lebih kecil atau oversold maka better untuk open position Buy. Apabila RSI mendekati 80 % atau sama dengan atau lebih kecil atau overbought maka better untuk open position Sell.

RESIKO HUKUM :  Risiko yang timbul dari kelemahan aspek yuridis, yang diakibatkan oleh tuntutan hokum, ketiadaan regulasi perundang-undangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sah-nya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.

RESIKO KEPATUHAN :  Risiko yang disebabkan karena perusahaan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan regulasi perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.

RESIKO KREDIT :  Risiko kerugian yang terkait dengan kemungkinan kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya; atau risiko bahwa debitur tidak membayar kembali utangnya.

RESIKO LIKUIDITAS :  Risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidakmampuan suatu badan usaha memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.

RESIKO OPERASIONAL :  Resiko kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan atau tidak memadainya proses internal, kesalahan manusia dan kegagalan sistem, atau sebagai akibat dari masalah eksternal.

RESIKO PASAR :  Resiko kerugian yang timbul akibat pergerakan harga pasar atas posisi yang diambil oleh Bank / Lembaga keuangan baik pada sisi on maupun off balance sheet.

RESIKO POSISI EKUITAS :  Potensi kerugian yang timbul akibat perubahan harga saham.

RESIKO POSISI KOMODITI :  Potensi kerugian yang timbul akibat perubahan harga komoditi.

RESIKO REPUTASI :  Risiko terjadinya potensi kerusakan bagi perusahaan yang diakibatkan oleh opini publik yang negatif.

RESIKO SPESIFIK :  Risiko yang timbul akibat pergerakan harga atas surat berharga individual yang disebabkan oleh factorfaktor yang terkait dengan surat berharga atau penerbitnya.

RESIKO STRATEGIS :  Risiko yang terkait dengan pengambilan keputusan bisnis jangka panjang yang tidak tepat yang diambil oleh Direksi atau karena penetapan dan pelaksanaan strategi perusahaan yang tidak tepat.

RESISTANCE :  Sekelompok harga-harga tertinggi yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan membentuk suatu kekuatan harga yang sulit untuk dilalui oleh pergerakan masa berikutnya.

RETAIL SALES :  Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.

REVERSAL CANDLESTICK :  Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan bar lilin yang mengindikasikan perubahan harga berbalik secara tiba-tiba pada suatu periode waktu

REVERSION TO THE MEAN :  Kecenderungan pasar yang bergerak menuju situasi ekstrem, kemudian kembali pada situasi harga ratarata. Kadang kala digunakan untuk mendefinisikan strategi trading yang didasari oleh kecenderungan umum pasar.

RINSE AND RUN :  Situasi perubahan berbalik ke arah wajar yang dapat muncul setelah gerakan naik turun memicu sekelompok penjual yang tersebar berhenti melakukan penjualan. Harga akan kembali ke kondisi semula setelah pelaku pasar yang timbul tenggelam memperoleh keuntungan dari flutuasi harga tersebut (keluar dari pasar).

RINSE MOVE/RUNNING THE STOP :  Gerakan maju dan kuat dari harga yang dikendalikan oleh spekulan dimana membawa fluktuasi harga untuk menguji area harga dimana tersebar banyak penjual yang menghentikan penawarannya; gerakan harga dikendalikan hanya oleh peminat yang ingin memicu perintah untuk berhenti melakukan penawaran.

RISK MANAGEMENT :  Tingkat resiko yang dapat ditekan seminimal mungkin dalam menjalankan atau mengelola investasi.

Terms short form in Forex (P)






P

PASAR SEKUNDER :  Pasar yang memperdagangkan instrumen keuangan yang telah diterbitkan

PASAR UANG :  Pasar keuangan dimana kredit, penempatan dana dan instrumen lainnya yang terkait ditransaksikan

PAYBACK CYCLE :  Istilah digunakan untuk mendeskripsikan periode strategi kegagalan yang terus menerus mangacu pada pentimpangan pasar.

PEEK BOTTOM :  Turunan dari dua pola dasar dimana harga kembali pada posisi gerakan menurun yang cukup mempengaruhi; kemudian setelah salah jatuh, harga kembali menaik.

PENERBIT (ISSUER) :  Suatu entitas yang menerbitkan saham atau obligasi untuk dan atas nama entitas tersebut kepada masyarakat

PENERBIT EFEK BERAGUN ASET :  Badan hukum, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) atau bentuk lain sesuai ketentuan yang berlaku yang mempunyai tujuan khusus melakukan aktivitas Sekuritisasi Aset.

PENNANT :  Perubahan saling berkaitan melampaui waktu selama dasar harga tinggi atau turun.

PERSONAL CONSUMPTION EXPENDITURES – PCE :  Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

 PHYSIC TRADING :  Perdagangan yang melibatkan fisik dari perdagangan tersebut. Tempat perdagangan tersebut biasanya disuatu tempat dimana penjual dan pembeli saling mengetahui/kenal.

PIVOT :  Istilah yang digunakan untuk mendefinisikan tipe perubahan kembali pada posisi dengan jenis V.

PLAY/SETUP :  Perilaku harga atau pola grafik yang membuahkan suatu batas;kadang kala sigunakan sebagai peringatan bahwa perdagangan sudah dimulai/dipicu.

PRICE REJECTION :  Digunakan untuk mendeskripsikan pergerakan harga yang mencoba untuk naik atau turun dan secara cepat ditolak oleh penjual atau pembeli yang terselubung.

PRICE TARGET/ PROFIT OBJECTIVE :  Posisi harga yang sudah ditentukan dimana profit akan didapat.

PRODUCER PRICE INDEX (PPI INPUT) :  Index ini mengukur perubahan harga dari bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses industri manufaktur.

PRODUCER PRICE INDEX (PPI) :  Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual. Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.

PSNCR - PUBLIC SECTOR NET CASH REQUIREMENT :  Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.

PURCHASING MANAGER'S INDEX (PMI) :  PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur : Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

PUT OPTION :  Put Option memberikan hak kepada buyer untuk menjual instrument underlying
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari info FX di Blog ini :