26 TIPS DO & DON’T UNTUK TEKNIK CSR100



1. Untuk TEKNIK CSR 100, yang penting adalah CSR 100 SETUP. Masuk post bila SETUP untuk entry telah benar2 di kenal pasti. Kalau menggunakan TF kecil biasanya peluang untuk trade lebih banyak dan cepat jika di bandingkan dengan TF lebih besar, namun jika lebih besar TF maka biasanya menghasilkan lebih besar pips. Saya sarankan untuk CSR100, kita gunakan TF 1H, TP at least 100 pips bisa di capai.

2. Lihat chart-chart contoh untuk memahami bagaimana mencari dan melukis SBR atau RBS. Setelah itu cobalah berlatih dengan menggunakan chart kosong. Ingat ya untuk cari SBR atau RBS harus ada tiga pekara ini, Support, Breakout dan Resistance. Harus diingat, SBR atau RBS tidak semestinya satu point atau garis yang tepat, ia lebih kepada suatu zone.

3. Mahirkan diri anda mengenai Price Action. Ilmu pengetahuan dalam Candlesticks dan Candlesticks Patterns dapat membantu. Namun yang amat penting adalah pengalaman. Nobody can buy this. Penggunaan indicators tidak disarankan (kecuali anda benar2 memahami dasar dan kegunaan indikator tersebut).

4. Teknik CSR100 tidak menyarankan untuk anda entry bila terjadi BREAKOUT, sebab kita tidak tahu pasti adakah itu benar-benar ‘valid’ Breakout atau hanya salah satu "False Breakout". Untuk menghindari dari kesalahan "Bear atau Bull Trap". Lebih aman untuk menunggu saja SETUP TEKNIK CSR100. Biar lambat asal selamat, tak kan lari pips di kejar.

5. Teknik CSR100 tidak menyarankan untuk ‘counter trend trade’ – memang pips bisa dihasilkan sewaktu trade with ‘counter trend’. Tapi walau bagaimanapun juga, TRADE COUNTER TREND sangat tidak disarankan. Karena berisiko tinggi. Kita tidak tahu kemana kah arah price sebenarnya. INI DI NAMAKAN TRADE AGAINST THE TREND /COUNTER TREND. Teknik CSR100 adalah TRADE WITH THE TREND. Untuk menjadi seorang TRADERS yang berhasil, kita harus BERDISIPLIN. "stick to the rules".

6. Untuk memahirkan diri dalam mencari SBR atau RBS, sebenarnya tidak terlalu sukar, just trial dan error saja, kalau kita berlatih sungguh2, sehari saja sudah bisa menemukan. Namun yang susah adalah memahirkan diri tentang "Price Action" untuk mendapatkan entry yang paling "CUN".

7. Kalau mau mudah, ikuti aja Simple Rules CSR100, lupakan masalah candlesticks. Enter pada 2nd or 3rd RETEST, setkan TP dan SL. Stop loss beberapa pips di atas atau di bawah SBR/RBS (tight SL). TP pada support/resistance terkini. Bila breakeven dan profits, buat trailing stop (TS). Kalau kena SL, tak apalah, minimum Loss. Tunggu next SETUP. Teknik Ini memiliki Success Rate adalah dalam 60-70%, dimana R:R (Risk : Reward) sangat bagus sekali. Minimum 1 :2 (2x loss bisa di cover dengan 1x win)

8. Teknik 100% berdasar pada Technical Analysis. Kapanpun boleh enter post jika ada SETUP. Cuma sebaiknya coba hindari saat ada news relese, jika ingin enter post,  takutnya hit SL di sebabkan oleh spike. Tunggu 30 menit atau 1 jam setelah news release.

9. Disarankan untuk enter POST pada 2nd/3rd RETEST. Logikanya adalah RBS/SBR telah valid, yaitu resistance telah bertukar menjadi support atau support telah bertukar menjadi resistance. Jika anda seorang RISK TAKER anda boleh enter post pada 1st RETEST dgn Tight SL. TEKNIK CSR100 mempunyai R : R yang cukup baik.

10. Sekiranya market/price tak RETEST pada garis SBR / RBS, ada dua kemungkinan telah berlaku :  a. Tak ada SETUP -------> Tak perlu enter POST / OP, belajarlah sabar + disiplin.  b. Ada Blow Off SETUP -----> Enter pada 2nd RETEST (bukan RETEST pada SBR/RBS)

11. Anda tak perlu tahu jenis2 bar atau pattern untuk mengconfirmkan PA. Jika anda paham apa itu support n resistance, anda secara otomatis akan dapat mengenal pasti & mengconfirmkan PA. Jika anda belajar betul2 TEKNIK ini, anda akan dapat melihat bagaimana saya menggunakan SnR dan PA untuk mengenali pasti suatu SETUP, dan seterusnya membuat saya TRADE with the TREND.

12. INDI BLANK digunakan untuk menjadikan chart anda kelihatan lebih pendek dan memanjang. Ini akan memudahkan anda melukis support & resistance, SBR / RBS dan seterusnya membantu anda mengenali pasti SETUP CSR100 dengan lebih cepat & tepat. 

13. TEKNIK ini secara dasarnya adalah satu TEKNIK yang based sepenuhnya pada Konsep "TRADE with the TREND" dan "Support & Resistance". Keunikan FENOMENA ROLE REVERSAL (Pertukaran Fungsi SBR & RBS) di manafaatkan sepenuhnya untuk kita enter POST, dengan mematuhi BASIC / ASAS TRADING yaitu BUY at SUPPORT dan SELL at RESISTANCE. FENOMENA ROLE REVERSAL (RBS & SBR) juga menunjukkan TREND saat ini masih berlanjut dan membolehkan kita untuk TRADE with the TREND. Satu TEKNIK yang cukup Simple based 100% pada BASIC TRADING. 

14. Hasil "RnD" yang saya buat, TEKNIK CSR100 ini sesuai & boleh di gunakan untuk PAIR apa saja termasuk GOLD dan SILVER. Yang penting SETUP dan RULES CSR100 harus di patuhi sepenuhnya.

15. RULES CSR100 meyarankan untuk kita enter Post pada 2nd RETEST. Rasionalnya adalah untuk memastikan bahwa support/resistance telah benar2 terbentuk. 2nd RETEST bukan saja bertindak sebagai FILTER tetapi juga sebagai SIGNAL bahwa salah satu JENIS SETUP (Normal, Creeping, atau Blow Off) telah terbentuk .

16. Tak ada siapapun yang benar2 mengetahui & pasti apakah price akan membentuk zone atau garisan RBS. Dari teori CSR100, kita mengetahui & paham bahwa zone RBS atau garis RBS memang wujud dari  jenis2 Setup CSR100. Maka kita menggunakan pengetahuan yang ada tentang jenis2 Setup ini berdasarkan sifat atau kriteria tertentu pergerakan price untuk mengenali pasti kemungkinan Setup CSR100 dan bersiap megintai peluang apabila SETUP itu benar2 terjadi.  Line/garisan RBS = normal setup ------> Price retrace kembali, betul2 ke garis resistance sebelum breakout untuk mengaktifkan Setup CSR100. Zone RBS = creeping setup ------> Price retrace kembali, menembus atau menjalar masuk ke garis resistance sebelum breakout untuk mengaktifkan Setup CSR100. Diperlukan confirmation. Enter pada 2nd Retest dengan SL beberapa pips dibawah 1st Retest. Zone RBS = blow off setup ------> Price retrace kembali, kearah garis resistance sebelum breakout, tetapi tidak betul2 sampai ke garis itu, sehingga membentuk gap, dan mengaktifkan Setup CSR100. Diperlukan confirmation. Enter pada 2nd Retest dengan SL beberapa pips dibawah 1st Retest

17. Paling ideal atau sebaiknya, tunggu price retrace sampai betul2 pada garis 1st Retest (touch 1st Retest) atau sedekat mungkin, baru kita Enter Post. Setkan SL beberapa pips di bawah 1st Retest. Rasionalnya jika anda enter post sekarang, SL anda menjadi lebih besar. Jika hit SL akan menjadikan kerugian agak besar. Jika price tidak sampai ke 2nd Retest, maka tidak ada Setup = No Trade. Ini "sabar + disiplin" namanya. Carilah peluang lain. (Tak akan lari pips dikejar

18. DIMANA LOKASI SL? Secara peribadi, saya berpendapat yang TERBAIK adalah mengunakan perhitungan Risk to Reward Ratio. Sebagai contoh jika saya setkan TP = 100 pips saya akan setkan SL = 50 pips. Ini akan memberikan R : R = 1 : 2. Dengan kata lain, saya bisa cover balik 2 kali post yang loss dengan hanya 1 kali post yang win aja.

19. KENALI PASTI SBR atau RBS di CHART. Harus diingat bahwa setiap Support dan resistance yang terbentuk tidak selalu menjadi RBS / SBR, ini karena untuk terjadinya pembentukan RBS / RBS harus ada :  i) resistance  ii) breakout  iii) support.  Jika tidak ada resistance di garis support atau tidak ada support di garis resistance, maka RBS atau SBR tidak terjadi. Jika tidak ada SBR atau RBS, maka tidak ada SETUP. NO SETUP = NO TRADE. (DISIPLIN!!!)

20. Teknik CSR 100 menggunakan konsep analisa peaks and troughs untuk mengenali pasti arah sesuatu trend. 

21. Support dan resistance lines di gunakan untuk mencari SETUP. Uniknya teknik ini adalah menggunakan fenomena ROLE REVERSAL yaitu SBR & RBS serta Breakout untuk mengenalpasti suatu SETUP. Jadi biasanya peaks / troughs yang saya ambil sebagai resistance atau support adalah peaks / troughs yang menghasilkan fenomena ROLE REVERSAL saja, ini untuk membantu kita dalam melihat, apakah suatu SETUP itu valid atau tidak. Ini juga bermakna, peaks/troughs yang SBR atau RBS itu saja yang perlu di lukis, bukan semua peak & bottom yang terdapat dalam chart. 

21. SL dan TP di setkan bergantung kepada SETUP. Setiap SETUP berbeda dari segi TP tetapi SL tetap sama, beberapa pips di atas/dibawah SBR/RBS. TP adalah highest atau lowest point selepas breakout.

22. Mengikut Rules CSR100....TIDAK DISARANKAN untuk enter trade pada 2nd Retest jika Setup pada 1st Retest telah Hit TP (TP tidak  harus 100 pips, mungkin kurang dan juga mungkin lebih). Rasionalnya double bottom / top telah terbentuk. Menurut ILMU chart pattern, jika double top / bottom telah terbentuk itu kemungkinan petanda awal trend akan berubah arah. Namun, tidak di sarankan bukan berarti TIDAK BOLEH. 

23. Saya sendiri pun tak tahu pasti apakah SETUP itu benar-benar valid atau tidak ? Namun yang paling penting adalah RULES CSR100 harus sentiasa di patuhi. Disebabkan teknik CSR100 mempunyai R:R yang cukup baik. Maka jika anda benar-benar yakin dengan suatu SETUP, enter saja, tapi harus benar2 sesuai dengan RULES CSR100. Jika Hit SL, tidak apa2 minimal loss, jika Hit TP max profits . Jika anda ragu2 dan tak yakin, duduk di tepi saja. JANGAN TRADE. Simple kan. Setelah itu praktis, praktis dan terus praktis sampai anda bisa mendapatkan "FEEL" mana SETUP yang VALID . 

24. SL itu amat penting. Meletak SL ialah salah satu DISIPLIN dalam TEKNIK CSR100. Jika anda trading tanpa SL berarti anda tidak mematuhi RULES CSR100!

25. Teknik ini tidak memerlukan anda untuk pandai dalam melihat high low price, anda juga tak perlu untuk memprediksi apa2. Yang anda perlu tahu adalah apa itu support, breakout dan resistance. Anda juga perlu tahu apa itu SBR dan RBS. 

26. Kenapa teknik ini menyarankan untuk anda enter POST pada 2nd or 3rd RETEST? 1st RETEST menunjukkan bahwa SBR/RBS yang terbentuk adalah valid ----> jadi 2nd RETEST / 3rd RETEST sendiri secara otomatis berfungsi sebagai FILTER untuk enter POST.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari info FX di Blog ini :